Headline News

header-int

Rakor Pelestarian Keanekaragaman Hayati TNKS

Kamis, 22 Agu 2019, 15:53:13 WIB - 29 | Putri Aulia, S.T
Rakor Pelestarian Keanekaragaman Hayati TNKS

Padang - Rakor Penguatan Komitmen dan Dukungan terhadap Pelestarian Hayati Kawasan Warisan Alam, (21/08) di Kantor Gubernur Sumatra Barat.

Kegiatan hari ini menghadiri Rakor Penguatan Komitmen dan Dukungan terhadap Pelestarian Hayati Kawasan Warisan Alam The Tropical Rainforest Heritage of Sumatra pada Taman Nasional Kerinci Seblat di Provinsi Sumatra Barat.
Hadir dalam rakor ini Bupati Pessel ( dihadiri langsung oleh Bapak H. Hendra Joni, SH. MH), Bupati Solok, Darmasraya & Solok Selatan diwakili pejabat Esselon II. Dinas-dinas terkait Provinsi Sumatra Barat, Dirjen KSDAE KLHK, Deputi Kebudayaan Kemenko PMK, Kemen PU, ESDM, dan Deplu.

Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur dengan narasumber Dirjen KSDAE dan Deputi PMK. Gubernur menyampaikan komitmen & dukungan yang kuat dari pemda dlm menjaga kelestarian hayati TNKS di wilayah Sumbar dalam perencanaan pembangunan yang masuk wilayah TNKS & meminta TNKS melakukan pemberdayaan kepada masyarakat lokal yang berada dan berbatasan langsung dengan kawasan.

Bupati Pessel dalam kesempatan ini meminta kepada Dirjen KSDAE untuk dapat memberi izin pemanfaatan kawasan lindung untuk dapat dilewati pembangunan jalan Pasar Baru Bayang - Alahan Panjang Solok, dan jalan kambang muaro lebih (Solok Selatan), secara prinsip jalan Pasar Baru Alahan Panjang dapat dikabulkan, sedangkan jln kambang muaro labuh masih perlu kajian teknik yg lebih mendalam,, terutama teknis konstruksi & nilai ekonominya.

Pada kesempatan ini beliau (Hendra Joni) juga meminta kepada dirjen bahwa masyarakat sekitar kawasan untuk kepentingan hidupnya memanfaatkan kawasan TNKS tanpa izin, sehingga dipermasalahkan secara hukum untuk dapat  dibebaskan, Alhamdulillah bapak dirjen, ibu deputi dan pak gubernur merespon dgn baik,, masyarakat yg sdh jadi tersangka (3 orang dari Kecamatan Lengayang) untuk dapat diselesaikan secara musyawarah. 

Kesimpulan yang dihasilkan dalam rakor ini adalah merubah kata " warisan" dengan kata " pusako tinggi". Kata pusako tinggi di minang bermakna peninggalan yang dikelola secara bersama sama tanpa ada hak untuk memiliki apalagi dijual. Warisan dapat dimaknai bisa dimiliki di dibagi bagi & akhirnya akan habis dengan sendirinya.

Jadi mari kita jadikan keragaman hayati alami TNKS sebagai Pusako Tinggi Dunia yang kita lestarikan bersama-sama. (JST;21082019).

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan
© 2019 Dinas Lingkungan Hidup. Follow Me : Facebook Youtube